Kelurahan Karawang Wetan Bungkam Soal RAB Proyek Sarpra, Ketua Forum RW Berdalih 'Sedang di Riau' Saat Proyek Berlangsung
KARAWANG, - Proyek Sarana dan Prasarana (Sarpra) di Kelurahan Karawang Wetan kini menjadi isu panas setelah warga menuding Kelurahan menerapkan "transparansi nol" terkait anggaran dan pelaksana proyek.
Situasi semakin keruh setelah upaya konfirmasi kepada tokoh masyarakat setempat menemui jalan buntu.
Meskipun bangunan fisik dilaporkan sudah rampung, informasi vital mengenai proyek tersebut tetap tertutup.
Seorang warga Karawang Wetan yang memilih anonim menyampaikan kegelisahan masyarakat dan mengajukan lima poin utama yang mendesak untuk segera dibuka ke publik.
1.Warga secara khusus menuntut Kelurahan segera mengumumkan:
Total Alokasi Anggaran dan Sumber Dana Proyek secara pasti dan terbuka.
2.Rincian Anggaran Biaya (RAB) Detail:
Publikasi RAB menjadi tuntutan utama agar warga dapat mengawasi kualitas material dan mencegah praktik mark up harga yang merugikan.
3.Pembentukan Tim Pengawas Independen: Warga menuntut dilibatkannya masyarakat dalam tim pengawasan sebagai jaminan konkret antikorupsi.
"Kami tidak mau proyek ini jadi 'bancakan'. Kelurahan harus berani buka-bukaan RAB dan libatkan kami dalam pengawasan," tegas sumber tersebut. Warga menambahkan, hingga kini, identitas CV (kontraktor) pelaksana proyek juga belum diketahui publik.
"Jika tidak (transparan), kami akan curiga dana proyek ini diselewengkan," tutupnya.
Upaya untuk mencari titik terang mengenai penanggung jawab proyek (pjnnya) menemui tembok.
Seseorang yang mengatasnamakan awak media/warga mencoba meminta klarifikasi dari Ketua Forum RW Karawang Wetan melalui pesan WhatsApp.
Ketua Forum RW yang diharapkan menjadi pintu pembuka informasi justru menolak dimintai keterangan, pada Rabu (31/12/2025).
"Loh ko ke saya sih kang, itu bukan ranahnya saya kang," jawab Ketua Forum RW, membantah pengetahuannya soal pembangunan/rehabilitasi tersebut.
Ia berdalih, "Emang saya tidak tau kang saat ada rehab pelayanan tersebut, dulu saya lagi di Riau, tau tau kelurahan sudah berubah," ujarnya.
Merasa frustrasi karena panggilan suara tidak dijawab dan tidak mendapat kejelasan siapa penanggung jawab proyek, Pihak 1 mengakhiri konfirmasi dengan janji tegas.
"Baik kalau begitu saya akan terus meruning pemberitaaan ini," tulisnya, mengindikasikan bahwa kasus yang sudah bergulir sepekan ini akan terus diangkat.
Hingga berita ini diturunkan, Kelurahan Karawang Wetan masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait kegelisahan dan tuntutan transparansi masyarakat. ( red)

Tidak ada komentar